Tak Punya Bahan, Kekonyolan Terbaru Sandiaga Uno Minta Maaf Atas Nama Pemprov DKI Jakarta

Kekonyolan Terbaru Sandiaga, Minta Maaf Atas Nama Pemprov DKI

Penulis : Alifurrahman

Sepertinya shaywat berkuasa bakal cawagub Partai Gerindra dan PKS, Sandiaga Uno, semakin tidak tertahankan. Setelah berhasil menjadi bakal cawagub meski sebenarnya sangat menginginkan menjadi gubernur DKI Jakarta, Sandiaga sudah merasa sangat yakin menjadi pemenang Pilkada DKI 2017. Keyakinan itu tidak sengaja dan sepertinya sangat spontan terlihat saat Sandiaga mengikuti Jakarta Marathon 2016.

"Tapi ya atas nama pemprov DKI, saya mohon maaf karena tadi ada beberapa ada daerah yang masuk mobil dan motor, yang mengganggu pelari dari dalam negeri dan mancanegara, insyaallah tahun depan Gubernur ganti dan (lintasan,red) juga akan diganti," ucapnya seraya tersenyum.

Entah kata apa yang cocok untuk disandangkan kepada Sandiaga ini. Belum apa-apa sudah merasa bahwa dirinya mewakili pemprov untuk minta maaf. Padahal ditetapkan jadi cawagub saja belum, eh dia sudah merasa diri sebagai pemprov DKI. Sandiaga tidak perlu membuat pernyataan seperti itu karena hanya akan jadi tertawaan orang. Syukur-syukur ga dikira sudah masuk dalam kondisi halusinasi berlebihan.

Saya sebenarnya sangat khawatir dengan pernyataan Sandiaga di atas. Sandiaga seperti sudah sangat yakin bahwa tahun depan Gubernur DKI akan berganti. Hal ini perlu diwaspadai karena keyakinan terlalu berlebihan bisa membuat orang bisa gila kalau tidak terjadi seperti yang diyakininya. Sandiaga ada kecenderungan akan mengalami hal seperti itu. Bukan saya ingin sok-sokan jadi psikiater atau psikolog, tetapi dalam pengalaman dan kisah-kisah yang pernah diceritakan orang, keyakinan yang berlebihan bisa berakibat fatal.

Fakta hasil survei terbaru dari lembaga tanpa bayaran dan bukan pesanan menunjukkan bahwa pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno berada di bawah Ahok – Djarot dan Agus – Sylvi. Tingkat kepuasaan rakyat pada kinerja Ahok – Djarot juga cukup tinggi yaitu 75 persen. Lalu apa dasar keyakinan Sandiaga kalau bukan dari dirinya sendiri?? Bahaya sekali kalau keyakinan itu tidak disertai dengan sikap lapang dada menerima kekalahan. menyewa dan membayar lembaga survei untuk membuat seolah-olah elektabilitas tinggi tidak ada gunanya, malah semakin membuat diri terlihat sulit mkenerima kenyataan.

Tidak sedikit memang uang yang sudah dikeluarkan oleh Sandiaga untuk mengikuti Pilkada DKI 2017. Sudah 29, 3 Miliar dari November 2015 sampai dengan September 2016. Setelah mendaftar ke KPU dengan anies entah berapa lagi uang yang telah digunakan sandiaga dalam kunjungan dan kegiatan sosialisasi yang dilakukannya. Meski punya banyak uang baik yang sudah dilaporkan dan yang baru dilaporkan, kehilangan lebih dari 29,3 Miliar bukanlah kehilangan yang kecil dan mudah dilupakan. Hal ini pun bisa saja membuat Sandiaga menjadi stress.

Mungkin Sandiaga tidak sadar bahwa pernyataannya meminta maaf atas nama pemprov adalah sesuatu yang konyol. Karena kekonyolan sepertinya sudah menjadi ciri khas sandiaga. mulai dari perbandingan harga daging sapi di Singapura yang lebih murah dari Indonesia, mempertanyakan pengadaan bus transjakarta cuman 100 padahal 1000 (pemprov malah mau sediakan 2000), menyatakan Ahok menyindirnya bahwa harga daging turun padahal tidak ada pernyataan tersebut. Entahlah mau jadi apa Jakarta kalau punya Wakil Gubernur sekonyol Sandiaga.

Semoga ini hanyalah sebuah kekonyolan yang tidak berujung kepada hilangnya akal sehat dan logika umum dalam berpikir dan menyatakan sesuatu. Semoga saja Sandiaga bisa menahan mulutnya melepaskan kekonyolan-kekonyolan baru sepanjang masa kampanye kalau tidak mau jadi bahan tertawaan masyarakat. Belajarlah dari Ahok yang sekarang tidak banyak bicara karena pernyataan-pernyataannya akan digunakan menjadi serangan politik oleh orang-orang yang melakukan provokasi. Salah satunya yang paling heboh adalah dituduh menistakan agama.

Tetapi sepertinya hal itu akan sangat sulit dilakukan Sandiaga. Menahan diri membuat pernyataan dan kritik yang konyol seperti sebuah kemustahilan, karena hal itu sepertinya sudah jadi sikap alamiah Sandiaga. Tidak peduli salah data dan salah ucap, yang penting ada yang disampaikan dan akhirnya masuk dalam pemberitaan. Padahal malah menjadi sebuah kekonyolan dan para pemilih menjadi illfil melihat cawagub model begitu. Tapi ya sudahlah, biarlah sandiaga melakukan manuver politiknya. Nah, untuk kita mari silahkan kita duduk sambil makan popcorn atau apapun makanan ringan favorit anda dan nikmatilah kekonyolan-kekonyolan Sandiaga berikutnya.

Selengkapnya :
http://ift.tt/2dyIq65

Subscribe to receive free email updates:

Related Posts :