Titik kelemahan Lawannya ditemukan, Ahok dipastikan menang pada Pilkada DKI



Media Online Antara – Pertarungan untuk memperebutkan kursi DKI banyak sekali menarik perhatian publik, tidak hanya di Jakarta, diluar daerah pun turut meramaikan. Bahkan sebelum Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI tersebut dimulai. Bermunculannya nama-nama Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta beberapa waktu lalu seperti Yusril Ihza Mahendra, Ahmad Dhani, Wanita Emas, Sandiaga Uno, Rizal Ramli dan yang lainnya.


Pada awal kemunculan mereka yang masih bakal Calon langsung menyerang Petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) secara membabi buta demi mendapatkan simpati dari warga Ibu Kota, apakah jaman sekarang untuk mendapatkan pendukung harus dengan cara menjatuhkan? jelas salah sekali bukan.


Lantas apa yang membuat Ahok selalu diserang bahkan dicaci maki?




Ahok - Djarot
Ahok – Djarot

Kasar dalam berkata? Jika berbicara soal bicara Ahok yang kasar dan Arogan, hal tersebut tidaklah lepas dari Kerasnya hidup di Jakarta dan banyaknya maling-maling berdasi yang sudah lama membuncit di Ibu Kota tercinta ini.

Yang jelas banyak dari pihak-pihak yang terlalu mempermasalahkan soal Ahok yang non muslim atau biasa di sebut orang Kafir, apakah ada larangan dalam UU Negara tentang pemimpin itu harus muslim? jelas kalau berkaitan dengan hal tersebut sudah merujuk ke SARA.


Akan tetapi para Anti Ahok tersebut masih tetap berdalih mereka tidak melakukan tindakan SARA, apapun itu jika dibandingkan dengan lawan Ahok yang lain Ahok sangatlah tinggi prioritasnya untuk memenangkan pertarungan Pilkada DKI 2017 mendatang jika dilihat dari rekam jejak lawannya seperti dibawah ini:


Anies Baswedan Menteri yang ditukar



Anies Baswedan yang mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini telah ditunjuk untuk maju menjadi Cagub oleh partai Gerindra dan PKS.




Anies Baswedan
Anies Baswedan

Ada kejanggalan atas pengusungan Mantan Mendikbud tersebut, karena Ia telah dianggap gagal sebagai menteri yang telah dicopot dan diganti dengan  Prof Muhajir Effendy.

Dilain pihak ada satu lagi keaneha yang terjadi pada Gerindra yang memilih Anies sebagai Cagub, seperti diketahui, Anies sempat melempar kata-kata yang cukup pedas terhadap Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, salah satunya dengan mengatakan bahwa Prabowo tidaklah berpengalaman dalam hal kepemimpinan.


Anies telah menganggap Prabowo bukanlah lawan yang pantas bagi Jokowi dikarenakan Prabowo yang tak pernah memimpin pemerintahan, " Pasangan yang satu lagi kan tidak punya pengalaman dalam memimpin. Jokowi penah menjadi Wali Kota dua kali dan Jusuf Kalla juga pernah jadi wapres jadi sudah terbukti kan," tutur Anies saat dikutip rahasiakan.com.


Dari hal tersebut dari pihak Prabowo mengatakan bahwa mantan Capres 2014 lalu tersebut memiliki hati yang mulia karena telah menerima orang yang telah mencibir dirinya, dilain pihak Anies seakan menjilat ludah Sendiri dengan menerima pengusungan dari partai besutan Prabowo tersebut. Seakan-akan karena jabatan semata Anies rela mengorbankan harga dirinya.


Apabila terpilih nanti, semua akan berharap Anda dapat mengorbankan semua demi Jakarta ya pak, jangan karena jabatan saja.


Sandiaga tersangkut sejumlah kasus Korupsi dan Mata Keranjang


Nama Sandiaga Salahuddin Uno atau yang biasa akrab disapa Sandiaga Uno ini adalah Calon Wakil Gubernur dari partai Gerindra yang akan maju pada Pilkada DKI 2017 mendampingi Anies baswedan.




Sandiaga Uno
Sandiaga Uno

Sandiaga yang adalah seorang Pengusaha yang sangat tersohor dan dikenal orang kalangan atas karena handal dalam mengatur bisnis serta perusahaan, namun belakangan mulai mencuat kabar bahwa Sandiaga terbelit beberapa kasus yang terkait dengan tindakan korupsi.

Pada 2013 lalu Sandiaga sempat dipanggil oleh KPK, hal tersebut berkaitan dengan kasus dugaan korupsi pelaksanaan proyek PT DGI dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) pembelian saham perdana PT Garuda Indonesia. Akan tetapi dalam kasus tersebut Sandi hanya diperiksa sebagai saksi dari mantan bendahara umum partai Demokrat Muhammad Nazaruddin yang menjadi tersangka dalam kasus tersebut.


Sandiaga juga diduga terlibat kasus korupsi pembangunan Depo minyak di Banten yang merugikan negara berkisar US $6,4 juta, namun dalam kasus korupsi yang telah melibatkan Komisaris PT Pandanwangi Sekaratji (PWS), Stefanus Ginting dan Sandiaga yang sebagai Direktur Utama telah diproses. Yang anehnya Stefanus telah menjadi tersangka dan Sandiaga mengapa belum ditetapkan sebagai tersangka, apakah tidak terlibat? seakan-akan kasus tersebut dibiarkan begitu saja, seperti ada yang ditutupi.


Munculnya nama Sandiaga Uno dalam Skandal keuangan Global yang bernama Panama Papers, terbongkarnya dokumen Panama Papers tersebut mengungkap tabir dugaan pengingkaran pajak yang terbesar dalam sejarah. Terletak di Nevada. Jika ingin mengungkap sejarah Panama Papers yang mana jejaring korupsi dan kejahatan pajak dari berbagai kepala negara, agen rahasia sampai buronan yang disembunyikan di surga pajak tersebut bisa dicari dimanapun.


Nah dari berbagai kasus di atas terdapat banyak kejanggalan yang membuat Sandiaga dirasa belum pantas untuk maju mempimpin Ibu Kota.


Adapun satu masalah tentang moral Cawagub dari Partai Gerindra tersebut yang membuat masyarakat bukan hanya di Jakarta saja bahkan seluruh Indonesia, Sandiaga yang dikenal santun dan berperilaku baik itu terbantahkan dengan berita mengenai Sandiaga yang pernah meminta penyanyi Dewi Persik melucuti pakaiannya saat sedang konser di Nusa Dua, Bali.


Ada sebuah video yang mana Dewi Persik menyatakan bahwa ketidaksukaan dirinya atas perlakuan Sandiaga tersebut, dalam video tersebut Dewi Persik berkata "Saya masih ingat karena siapapun orang yang membuat airmata kedua orangtua jatuh saya pasti ingat,"


Dewi berkata bukan seperti bercanda, bahkan keseriusan yang mendalam di perlihatkannya, dan kejadian tersebut sempat dibenarkan oleh pengacara fenomenal yang tak asing lagi yakni, Farhat Abbas, "Ada satu teman saya yang bilang buka baju buka baju padahal ketawa-ketawa" kata Dewi dalam video itu.


"Sandiaga Uno," seperti itulah jawaban dari Farhat pada videonya.


Nah apakah rekam jejak dari Cagub dan Cawagub dari Gerindra dan PKS tersebut patut untuk memimpin DKI? semua kembali lagi ke masyarakat Ibu Kota yang memiliki hak memilih pada Pilkada DKI 2017 mendatang.


Agus Tentara ingusan dan serba minim jadi Kepala Daerah?


Beberapa waktu lalu media sempat heboh dengan pernyataan dari Koalisi Cikeas yang mengusung anak sulung dari Presiden ke 6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yakni Agus Harimurti Yudhoyono sebagai Calon Gubernur (Cagub) DKI dan Sylviana Murni sebagai pasangannya Calon Wakil Gubernur DKI.




Agus - Sylvi
Agus – Sylvi

Mengapa Agus dipilih menjadi Cagub oleh Koalisi Cikeas adalah karena latar belakang militernya yang dianggap disiplin dan sangat dibutuhkan oleh warga DKI, apakah hanya latar belakang militer dan disiplin saja yang dibutuhkan untuk menjadi pemimpin DKI? belum cukup, seperti kata pengamat politik dari lembaga ilmu pengetahuan Indonesia (LIPI) Ikrar Nusa Bhakti yang menyebut Agus yang hanya berpangkat Mayor dan memilih mundur dari TNI demi maju pada Pilkada DKI.

Ikrar pun mengatakan bahwa rekam jejak dari Gubernur DKI selama ini yang berlatar belakang militer selalu berpangkat lebih tinggi yakni letnan jenderal, contohnya Ali sadikin, Tjokropranolo sampai Sutiyoso. Ia juga mengatakan bahwa level putra sulung SBY tersebut sangat minim di politik maupun di kemiliteran.


"Buat saya ngaco aja sih. Dia mau jadi panutan. Panutan apa anak masih ingusan gitu?" ujar Ikrar saat dikutip rahasiakan.com, (23/9).


Bisa jadi karena hal tersebutlah Koalisi Cikeas memasukkan nama Sylviana Murni sebagai pendamping Agus yang akan memimpin Ibu Kota kelak jika terpilih.


Sebagai Calon Wakil, Sylvi yang diketahui memiliki pengalaman di bidang birokrasi dan saat ini menjabat sebagai Deputi Gubernur di Bidang Pariwisata dan Kebudayaan, serta pernah menjabat sebagai Wali Kota Jakarta Pusat dan merupakan Perempuan pertama yang menjadi Kepala Satuan Polisi Pamong Praja DKI tersebutlah ia dianggap mampu untuk melengkapi dan membantu Agus yang belum pernah terjun di dunia politik dan birokrasi.


Yang menjadi pertanyaan, jika terpilih nanti, apakah Sylvi harus mendampingi dan membantu Agus secara terus-menerus selama masa jabatan menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur? kalau memang hanya kedisiplinan, orang pasti merasa Sylvi pun memiliki disiplin yang tinggi karena Ia pernah menjadi Kepala Satuan Pamong Praja DKI, mengapa tidak Sylvi yang menjadi Cagub dan Agus sebaliknya? ataukah hanya ambisi Mantan Presiden RI ke enam tersebut? hanya waktu dan merekalah yang tau.


Yang pasti masyarakat Jakarta tidaklah bodoh dan tidaklah asal mengambil keputusan akan memilih siapa pemimpin daerah mereka kelak, ataukah pilih Ahok – Djarot, Anies Baswedan – Sandiaga Uno atau Agus Yudhoyono – Sylviana Murni. 



Semua pilihan ada di masyarakat DKI yang akan memilih diantara mereka.






loading…



Subscribe to receive free email updates:

Related Posts :